Kamis, 22 September 2011
Disudut sudut Kota impian itulah aku meletakkan bimbangku...
Maha besar allah atas segala apa yang ada dibumi dan dilangit...
Ya Allah Tuhanku penguasa segala alam, berikanlah jalanmu untukku...jangan jauhkan aku pada seseorang yang aku sayangi...
Ya Allah Tuhanku yang maha agung, berkahilah aku dalam segala rencana yang engkau rancang untukku...
Dalam Galauku aku berdo'a...Ya Allah Tuhanku yang segala makhluk menyerukan namamu...damai sejahtera Allah seru sekalian alam memberikan rahmadnya kepadaku...
Rabu, 10 Agustus 2011
Tuhan, Mengapa Bundaku Sering Menangis....?
Seorang anak kecil bertanya pada Tuhannya,
Tuhan, mengapa bundaku sering menangis?
Tuhan menjawab,
Karena ibumu seorang wanita ...
Aku menciptakan wanita sebagai makhluk yang istimewa
Aku kuatkan bahunya untuk menyangga dunia
Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman
Aku kuatkan rahimnya untuk melahirkan benih manusia
Dan Aku tabahkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah
Aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai putra-putrinya
Aku tanamkan rasa sayang yang akan meninabobokan anaknya
dan berbagi cerita dengan putra-putrinya yang beranjak dewasa
Aku beri dia kekuatan memikul beban keluarga tanpa mengeluh
Aku kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi meski disakiti
(oleh putra-putrinya sekalipun)
Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya
Aku beri dia kebijaksanaan untuk mengerti
bahwa suami yang baik tak kan pernah menyakitinya,
tapi kadang itu hanya ujian apakah dia wanita setia
Bundamu, makhluk yang sangat kuat
Jika kau lihat bunda menangis,
Karena Aku beri dia air mata, yang bisa dia gunakan sewaktu-waktu
Untuk membasuh luka batinnya dan memberikan kekuatan baru
Kamis, 16 Juni 2011
About Me
Terlahir dengan nama Rendy, aku sangat mensyukurinya...aku lahir di keluarga yang harmonis, inspirasi hidup ku adalah Uthi, Bunda dan Abi.
Uthi adalah sosok nenek yang sangat menginspirasiku. Banyak teladan baik yang aku ambil dari beliau. Tapi sekarang Uthi sudah tiada, tak ada canda tawa Uthi lagi di rumah.
Aku amat sayang sama Bunda dan Abi, orang tua ku itu yang selama ini menyemangati hidupku. Di usia ku yang ke 20 hari, aku terlahir dengan radang paru-paru akut. Banyak biaya yang mereka keluarkan untuk kesembuhanku. Aku sangat tidak menyesal memiliki orang tua seperti Bunda dan Abi.
Aku lulusan SDN Sawojajar I yang terkenal dengan statusnya yang bertaraf internasional, setelah itu aku melanjutkan ke SMP Negeri 20 Malang yang juga tidak kalah bonafit, dan terakhir aku bersekolah di SMK Negeri 6 Malang, tidak melanjutkan kuliah adalah pilihanku, rasa bosan untuk berfikir di bangku kuliah adalah faktor utama yang mendorongku untuk melanjutkan kerja.
Sejak dibangku sekolah, banyak prestasi yang aku dapat diluar akademik, aku sering memenangkan lomba Persatuan Baris Berbaris tingkat kota. Itulah yang menjadi bekal ku menjadi seorang paskibra kota. Lomba baca puisi yang pernah aku menangkan adalah saat aku membawakan puisi karya Amin Aminudin yang berjudul “Akulah Itu Yang Diam”, semua yang aku dapat tak lepas dari semangat-semangat yang orang tua dan orang-orang sekelilingku.
Aku juga pernah menjadi Reporter, editor dan pimpinan redaksi di salah satu surat kabar lokal, karena aku lulus dengan keahlian TMO (Teknik Mekanik Otomotif) lantas aku pun bekerja di sebuah bengkel. Dibengkel tidak lah lama, aku keluar dan diterima disebuah perusahaan retail dinasti.
Di usiaku yang masih produktif, aku masih belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginanku. Itulah serangkai kata tentang diriku.
“Sejak Dulu Aku Berusaha Keras Untuk Tidak Menertawakan Tindakan Manusia, Menangisinya Atau Membencinya......Melainkan Memahaminya”
Senin, 10 Januari 2011
Percakapan bayi dengan Tuhan
Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan,
Bayi : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil & lemah."
Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
Bayi : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya."
Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."
Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"
Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."
Bayi : "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"
Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."
Bayi : "Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?"
Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."
Bayi : "Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."
Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan,
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"
Jawab Tuhan,
....."Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."
Minggu, 09 Januari 2011
Jemariku Menarikan Tarian Hampa
“Berawal dari sebuah sakit hati yang berujung dendam, pada manusia yang selalu berdusta kepada Si Remaja Tanggung”Kebiasaan yang cukup mengakar dalam bersosial di dunia maya adalah dusta, banyak sekali yang berdusta..
Paras Si Remaja Tanggung memang jauh dari sempurna, setiap kali chat dengan seseorang yang awalnya ingin saling tukar foto, Setiap Si Remaja Tanggung selesai mengirim foto, selalu lawan chat tak membalas dengan mengirim balik fotonya. Lama kelamaan Si Remaja Tanggung merasa dipermainkan, hingga akhirnya terciptalah sebuah idea untuk membuat tokoh fiktif dengan sosok yang cukup mempesona, menjadi idaman dalam kaumnya, menarikan jemari dusta...ha..ha..ha..ha...
Saat itu Si Remaja Tanggung sangat gembira, bisa membalas sakit hatinya, yang dulu pernah tidak membalas mengirim foto, sekarang tidak usah diminta langsung dikirim ke Si Remaja Tanggung. Uh...serasa mengelilingi dunia...
Pembuatan tokoh fiktif ini sangat rumit, harus difikirkan masak-masak, melibatkan banyak pihak yang turut serta dalam keberlangsungan tokoh tersebut. Tidak bisa asal bicara, karena jika salah bicara akan berakibat besar.
Tapi rupanya Dewi Amor tak selalu memihak pada Si Remaja Tanggung, setelah sekian lama mendusta, akhirnya tokoh fiktif Si Remaja Tanggung mendapat batu sandungan. Santungan itu bermula dari private chat dengan seorang pria dewasa yang sifatnya seperti anak kecil. Awalnya tokoh fiktif ciptaan Si Remaja Tanggung menganggap pria ini hanya target selanjutnya. Tapi tak disangka pria ini malah mengancam keberlangsungan tokoh fiktif dari Si Remaja Tanggung. Pria itu sangat pintar. Dia bisa mengetahui cela terkecit untuk mengetahui siapa orang dibalik tokoh fiktif tersebut. Si Remaja Tanggung berusaha memusnahkan tokoh fiktif itu secepat dan serapi mungkin. Dan untuk sisa-sisanya Si Remaja Tanggung turun tangan sendiri yang menghilangkan. Bahkan tercatat telah tercipta satu tokoh fiktif lagi untuk melengkapi proses pemusnahan tokoh yang tadi.
Sangat merepotkan, disaat semuanya semakin jelas di situlah letak kekhawatiran Si Remaja Tanggung. Bahkan Si Remaja Tanggung berani menempuh jarak ratusan KM untuk menyelesaikan pemusnahan tokoh fiktif ini.
Beberapa waktu lalu, terdapat kesalahan yang amat fatal. Dimana situs tokoh fiktif tak sengaja mengirim pesan email kepada pria dewasa korban tokoh fiktif itu. Kerepotan pun terulang, Si Remaja Tanggung selai lagi memutar otak untuk mengelabuhi pria dewasa itu.
Jadi memang sekecil apapun masalah itu, akan berakibat sangat besar jika tidak difikirkan dengan matang.
Kini Si Remaja Tanggung berusaha untuk menjadi dirinya sendiri, tanpa tokoh fiktif yang menemani. Karena dengan menjadi diri sendiri, maka kejujuranlah yang didapat. Si Remaja Tanggung tak akan mendapatkan seseorang yang mau dengan tulus menerima Si Remaja Tanggung. Yang mau menerima kekurangan Si Remaja Tanggung.
Langganan:
Komentar (Atom)


