Photobucket ₪~ Situs ini dibawah Kementerian Humas, Pengiklanan dan Pengarsipan Photobucket "KERAJAAN CYBER TABOOTIE ^Tabootie Kingdom. Long life Tabootie...^~₪ Photobucket

Senin, 10 Januari 2011

Percakapan bayi dengan Tuhan


Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan,
Bayi : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil & lemah."
Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
Bayi : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya."
Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."
Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"
Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."
Bayi : "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"
Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."
Bayi : "Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?"
Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."
Bayi : "Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."
Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan,
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"
Jawab Tuhan,
....."Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."

Minggu, 09 Januari 2011

Jemariku Menarikan Tarian Hampa

“Berawal dari sebuah sakit hati yang berujung dendam, pada manusia yang selalu berdusta kepada Si Remaja Tanggung”
Kebiasaan yang cukup mengakar dalam bersosial di dunia maya adalah dusta, banyak sekali yang berdusta..
Paras Si Remaja Tanggung memang jauh dari sempurna, setiap kali chat dengan seseorang yang awalnya ingin saling tukar foto, Setiap Si Remaja Tanggung selesai mengirim foto, selalu lawan chat tak membalas dengan mengirim balik fotonya. Lama kelamaan Si Remaja Tanggung merasa dipermainkan, hingga akhirnya terciptalah sebuah idea untuk membuat tokoh fiktif dengan sosok yang cukup mempesona, menjadi idaman dalam kaumnya, menarikan jemari dusta...ha..ha..ha..ha...
Saat itu Si Remaja Tanggung sangat gembira, bisa membalas sakit hatinya, yang dulu pernah tidak membalas mengirim foto, sekarang tidak usah diminta langsung dikirim ke Si Remaja Tanggung. Uh...serasa mengelilingi dunia...
Pembuatan tokoh fiktif ini sangat rumit, harus difikirkan masak-masak, melibatkan banyak pihak yang turut serta dalam keberlangsungan tokoh tersebut. Tidak bisa asal bicara, karena jika salah bicara akan berakibat besar.
Tapi rupanya Dewi Amor tak selalu memihak pada Si Remaja Tanggung, setelah sekian lama mendusta, akhirnya tokoh fiktif Si Remaja Tanggung mendapat batu sandungan. Santungan itu bermula dari private chat dengan seorang pria dewasa yang sifatnya seperti anak kecil. Awalnya tokoh fiktif ciptaan Si Remaja Tanggung menganggap pria ini hanya target selanjutnya. Tapi tak disangka pria ini malah mengancam keberlangsungan tokoh fiktif dari Si Remaja Tanggung. Pria itu sangat pintar. Dia bisa mengetahui cela terkecit untuk mengetahui siapa orang dibalik tokoh fiktif tersebut. Si Remaja Tanggung berusaha memusnahkan tokoh fiktif itu secepat dan serapi mungkin. Dan untuk sisa-sisanya Si Remaja Tanggung turun tangan sendiri yang menghilangkan. Bahkan tercatat telah tercipta satu tokoh fiktif lagi untuk melengkapi proses pemusnahan tokoh yang tadi.
Sangat merepotkan, disaat semuanya semakin jelas di situlah letak kekhawatiran Si Remaja Tanggung. Bahkan Si Remaja Tanggung berani menempuh jarak ratusan KM untuk menyelesaikan pemusnahan tokoh fiktif ini.
Beberapa waktu lalu, terdapat kesalahan yang amat fatal. Dimana situs tokoh fiktif tak sengaja mengirim pesan email kepada pria dewasa korban tokoh fiktif itu. Kerepotan pun terulang, Si Remaja Tanggung selai lagi memutar otak untuk mengelabuhi pria dewasa itu.
Jadi memang sekecil apapun masalah itu, akan berakibat sangat besar jika tidak difikirkan dengan matang.

Kini Si Remaja Tanggung berusaha untuk menjadi dirinya sendiri, tanpa tokoh fiktif yang menemani. Karena dengan menjadi diri sendiri, maka kejujuranlah yang didapat. Si Remaja Tanggung tak akan mendapatkan seseorang yang mau dengan tulus menerima Si Remaja Tanggung. Yang mau menerima kekurangan Si Remaja Tanggung.